Posts Tagged ‘Desain grafis’

Selera dalam Desain

March 18, 2010

Saya bisa katakan bahwa mendesain itu adalah hal yang sulit. Dapatkah Anda membayangkan bagaimana masalah yang dihadapinya? Mendesain berarti membuat sebuah rancangan dari yang belum ada menjadi ada. Menciptakan sesuatu yang muncul dari benak kita.

Pada umumnya desainer membuat sketsa dulu untuk mengolah ide mereka. Sketsa itu bisa berupa garis kasar (dan kadang ditambahkan tulisan) sebagai gambaran atau rancangan untuk mematangkan konsep atau ide awal.

Tidak ada patokan khusus bagaimana cara membuat sketsa tersebut, yang penting apa yang kita buat bisa menjadi acuan saat kita berhadapan dengan komputer grafis nantinya.

Desainer mempunyai tugas besar sebagai orang yang diharapkan mampu menciptakan produk atau karya yang berkualitas. Jika desainer bekerja untuk klien maka desainer sepatutnya mengikuti atau mengarahkan apa yang klien inginkan.

Perlu diketahui bahwa tipikal klien itu (juga) bermacam-macam. Klien mempunyai latar belakang yang beraneka dan tentu tidak semuanya melek desain. Nah, di sinilah peran desainer sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi kepada mereka. Bukan malah menyesatkan atau memanfaatkan situasi yang ada.

Ketika klien mempunyai selera yang “tidak elegan” sedangkan yang dia inginkan adalah “berlebihan” maka desainer sebaiknya bisa mengkomunikasikan idenya kepada kliennya. Artinya, pola komunikasi dua arah antara desainer dan klien harus tetap berlangsung.

Jika desainer hanya bisa mengangguk saja (baca: menuruti apapun keinginan klien tanpa berani memberikan masukan), dan tidak menerapkan kreativitas dalam karyanya, maka sungguh karya tersebut akan sangat miskin “nilai”. Saya mempercayai hal tersebut.

Maka yang biasa saya lakukan adalah ketika ide itu datang maka perlu dibagi dan dikonsumsi bersama supaya apa yang diinginkan oleh klien juga bisa kita rasakan. Banyak media yang bisa menjembataninya. Ada fasilitas messenger, email, telpon atau smsan misalnya.

Selera dalam desain klien belum tentu jelek dan belum tentu pula buruk, dengan kita mengetahui maksud dan keinginan serta kita coba kolaborasikan ide dan pikiran kita maka harapan untuk mendapatkan desain yang sesuai akan lebih mudah dicapai.

Salam kreatif!!

Penampilan

March 4, 2010

Penampilan sebuah blog sebaiknya perlu mendapat perhatian khusus. Akan lebih menarik jika blognya tematik (niche) dengan konten blog. Setuju kan? hehe. Pasti yang blognya gak tematik pada bingung menjawab apa :)

Blog saya mengalami pengubahan tema untuk kesekian kalinya. Entah ini sudah yang ke berapa. Pengubahan tersebut tentu tidak serta merta. Selalu saja ada alasannya.

Kasus terakhir tema blog saya hancur lantaran ada penyebab dari themes bawaannya. Saya tidak merasa mengubah apapun dalam editor php nya. Tapi tiba-tiba…., widget pindah ke bawah. Hancur berantakan.

Teringat bahwa saya sempat mendownload beberapa tema, maka kemudian saya combine dengan beberapa koleksi sketsa yang saya suka dan hasilnya…. Tarraaaaaaaa…. jreng..jrengggg!! Lumayan, “better than before”, kata teman saya singkat.

Saya pun tersenyum. Sedikit gembira karena bisa narsis mewujudkan apa yang saya inginkan. Untuk menghindari kekakuan pada layout, maka pada background content saya hajar dengan gambar header yang saya repeat.

Kalau hasilnya kurang memuaskan ya beginilah adanya. Masih amatir sama urusan web desain. Tapi kalau ilustrasi sama desain grafis hayuk aja hehe *just kidding

Semoga penampilan themes ini tidak ada masalah lagi. Capek digonta-ganti dan dioprek terus. Tapi kalau sekedar diganti header demi mengejar tema atau momen tertentu saya sudah siap. Sudah ketemu cara mengganti codingnya. Sampai ketemu lagi pada entry selanjutnya.

Salam kreatif!!

Naksir

February 28, 2010

Setiap kali jalan-jalan ke toko buku dan stationery, yang paling saya lirik adalah alat tulis, alat gambar, majalah visual, desain grafis atau buku-buku sejenisnya.

Meski tidak ada niat untuk belanja, namun insting untuk shopping tetap saja ada, haha. Kapan lagi bisa beli, mumpung masih punya rejeki. Kesempatan kadang tidak datang dua kali. Betul kan?

Saat jalan-jalan ke Pasar Festival (Pasves) di Kuningan, Jakarta, misalnya. Saya menemukan banyak sekali buku bekas yang masih bagus. Harganya pun masih terjangkau. Untuk menuju lokasi, jika kita berangkat dari lebak bulus maka bisa naik Kopaja 20. Ongkosnya cuma Rp 2.000 saja.

Saya naksir beberapa buku yang harganya murah dan alhamdulillah dapat juga. Dari kiri ke kanan: magic art, mengulas tentang teknik cat air, outmagz, tentang desain grafis, dan game oleh-oleh dari stand Pakarti.

Di stand pakarti saya bertemu dengan dua kawan yang juga anggota Indonesia’s Sketchers (IS), mereka adalah Nanda dan Syamsul. Maka tak ada salahnya jika saya mengabadikan mereka juga saat berada di sana hehe. Dari kiri ke kanan: Nanda, antown dan Syamsul.

Semoga dengan kunjungan ke beberapa tempat di pasar festival ini saya bisa mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru. Semangat ya. Besok belanja apalagi ya. Saya sedang naksir sama scanner hohoho. Yang murah dimana ya…

Salam kreatif!!

Lomba Desain Poster Trans TV

November 20, 2009

Satu lagi info lomba yang saya dapatkan dari salah satu grup di Facebook saya. Lomba desain poster ini adalah dalam rangka HUT ke-8 Trans TV. Hadiahnya lima juta rupiah loh. Lumayan buat beli kerupuk upil. Hehe

Karena deadlinenya tanggal 8 Desember 2009, maka dedline kurang lebih masih 3 (tiga) minggu lagi. Tertarik untuk mengikuti?? Untuk mengetahui langsung dari webnya, silakan kunjungi http://forum.transtv.co.id/forum_posts.asp?TID=7649&PN=1&FID=49&PR=3.

By the way, penyiar favorit Trans TV saat ini ada yang tahu siapa? lalu program tran TV yang ratingnya paling tinggi apa ya? mungkin ini bisa dijadikan referensi kita (baca: calon peserta lomba) nanti.

Salam kreatif!!

Q Hrs Dtg k Acr FGD Itu

July 26, 2009

Masih inget dengan postingan saya tentang acara akbar pecinta desain grafis beberapa hari yang lalu itu? Yup!! sekedar mengingatkan (kembali) bagi Anda pecinta desain grafis bahwa tgl 30 Juli-2 Agustus 2009 akan diadakan FGDexpo2009 di JCC.


Apa sih FGD itu? FGD adalah pesta akbarnya pecinta dan praktisi dunia grafika. Bisa dibayangkan betapa ramainya nanti kalau semua pelaku desain negeri ini kumpul jadi satu. Saya kayaknya harus ambil bagian juga nanti–meski kapasitasnya hanya pengunjung biasa hehe.

Adapun event yang akan digelar, berdasarkan informasi yang saya himpun dari web/blog beberapa diantaranya adalah: Bubu Awards V.06 Conference & Awarding Night, Pameran poster dan pengumuman lomba IPDA (Indonesia Printer Design Award), Fresh featuring gantibaju.com dengan fashion shownya.

Pameran, diskusi desain, workshop, dan sejenisnya akan menjadi menu sehari-harinya. Agendakan hari Anda. Insyaallah kita akan bertemu disana. Info selengkapnya bisa dilihat di sini http://www.fdgi.info/09_grafikapolitika.htm

Sayang sekali, acara menarik ini dilangsungkan hanya di Jakarta. *Klise. Temen-temen di daerah yang tidak bisa datang pasti cuma gigit jari. Baiklah, kalau begitu nanti saya usahakan untukmembuat reportasenya.

Btw, poster di atas kok warnanya merah putih ya? apakah ini upaya menumbuhkan semangat nasionalisme seperti yang dilakukan oleh indonesiaunite.com dan beberapa jamaah fesbukiyah yang mengganti avatarnya itu?

Salam kreatif!!

Jangan Lupakan Bahasa

July 12, 2009

Dalam tataran praktis, sebagian desainer (grafis) mengaku kurang peka terhadap bahasanya sendiri. Contoh sederhana misalnya dalam penyusunan kalimat, pemenggalan kata, penggunaan kata depan, dan lain sebagainya. Itulah alasan mengapa kemudian saya juga belajar menulis di blog supaya saya bisa belajar berbahasa dengan baik.

Blog sebagai media untuk mengasah kepekaan kita. Blog juga sebagai alat untuk merangsang imajinasi kita. Desainer idealnya tidak boleh hanya memprioritaskan urusan visual dan mengabaikan urusan verbal. Jika keduanya bisa diseimbangkan maka karya yang dihasilkan pun akan manjadi kebanggaan.

Ada komentar atau sanggahan?? sebentar. Saya masih ingin melanjutkan dulu ya. Mumpung jari-jari kecil saya masih ingin menari hehe…

Berjuang Bersama Pers Mahasiswa
Dulu, beberapa tahun yang lalu, saat saya masih senang “nongkrong” di dunia persma (pers mahasiswa), saya dapat kesempatan mengenal banyak hal di dunia jurnalistik. Kesempatan ini jelas tidak saya sia-siakan. Semua posisi sudah pernah saya lakoni dari nol; mulai dari wawancara, ngumpulin data, hunting foto, cari iklan, bahkan sampai manjadi layouter. Sebenarnya poin terakhir itu yang membuat saya tertarik.

Dengan menjadi seorang layouter berarti saya punya kesempatan mendesain cover (baca: sampul majalah, tabloid). Karena ini yang kerap terjadi di persma Indonesia. Kalau jadi layouter berarti harus bisa desain juga. Menjadi layouter, berarti menjadi desainer, berarti pula menjadi editor bahasa. Maklum, SDM yang terbatas kadang menuntut kita untuk melawan batas–sesuatu yang tidak umum sering saya temukan di sini.

Sebagai sebuah laboratorium dan sekaligus media berkreasi, kita selalu ingin bahwa media yang sudah dengan mati-matian kita ciptkan itu ada yang mau membaca. Minimal menyentuhnya. Media karya persma tidak boleh menjadi sampah, itu keinginan saya.

Kita harus punya siasat supaya media (cetak) yang kita buat ini menarik. Itu yang saya gaungkan saat rapat dengan teman-teman atau saat bertemu dengan kawan-kawan dari persma kampus kota lain. Kerja keras pun dimulai. Perubahan dilakukan besar-besaran. Kopi dan rokok menjadi pemandangan yang sering kita jumpai. Ruangan menjadi asbak luas, pantas kalau ruangan menjadi kotor. “Kalau gak kotor itu bukan sekretariat persma”, celetuk mereka. Tapi catat, saya gak ngopi dan ngerokok. *Garing mode on.

Urusan bahasa sudah ada (saat itu kami minta bantuan pembina). Uurusan iklan pun sudah jalan, nah kalau urusan artistiknya kebetulan saya yang dipercaya.

Kita tahu bahwa media yang diproduksi oleh persma adalah media pembelajaran. Media persma menurut beberapa pengamat masih jauh dicap sebagai media professional meski sebagaian ada yang berani menjual. Saya masih semangat. Tidak mau menyerah begitu saja. Media fotokopian gratisan yang selanjutnya kita sebut buletin itu tersebar dengan baik di tangan mahasiswa, karyawan kampus, hingga pejabat kampus.

Media penuh kritikan itu saya buat layoutnya semenarik mungkin supaya tidak (lagi) menjadi bungkus kacang. Terinspirasi dari perubahan yang terjadi pada kompas, maka pengaturan kolom dan penataan halaman pun saya buat lebih enak dibaca.

Beberapa hal yang menjadi kelemahan media pers mahasiswa jika dipandang dari kacamata layouter adalah: readability atau keterbacaan judul sering diremehkan, pemenggalan kata kurang diperhatikan, tulisan tidak sesuai dengan porsi (baca: jatah) halaman yang disediakan–sementara iklan juga tidak didapatkan.
Masa Kerja di Jakarta
Barangkali berkat persma saya dapat kesempatan kerja pada sebuah pabrik kata-kata (baca: koran) di Jakarta. Tidak lagi saya mengenal kerja serabutan seperti apa yang saya temukan saat masih duduk di bangku perkuliahan. Di tempat ini saya ditempatkan di tim artistik dan selanjutnya disebut ilustrator, jabatan yang tidak pernah saya impikan sebelumnya.

Ilustrator di tempat saya bekerja dibagi menjadi dua bagian. Sebagian menempati posisi kartunis dan sebagian lainnya menempati posisi infografis. Saya berada di bagian kedua. Infografis dibagi lagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu; lifestyle, sport dan news. Saya berada di bagian ketiga.

Sedikit gambaran tentang Infografis. Tugas infografis adalah membuat grafis sesuai dengan data yang tersedia. Misalnya tentang pemilu; untuk daerah A mendapatkan sekian persen, daerah B sekian persen dan daerah C sekian persen. Jadi makanan sehari-hari infografis adalah naskah, data dan juga angka.

Tidak mudah untuk membuat infogafis. Apalagi jika kita sudah mendekati deadline yang dalam hitungan menit mau tidak mau karya itu harus jadi. Pelajaran yang bisa saya petik di sini, sebagai ilustrator media kita harus sanggup bekerja cepat, tepat dan akurat. Bisa Anda bayangkan betapa sibuk setiap orang di dalam ruangan.

Sebelum deadline itu tiba, seorang asisten redaktur atau kadang redaktur selalu berada di samping kita. Terkadang editor bahasa juga diundang untuk menerjemahkan berita asing ke dalam bahasa Indonesia langsung dengan komputer yang kita pakai. Pemred dimana? untuk halaman yang dianggap penting biasanya seorang pemred juga turun tangan.

Bergaul dengan mereka setiap hari banyak cerita dan pengalaman saya dapatkan. Alhasil saya menjadi terbiasa bertanya kepada mereka, bahkan pada hal yang detail sekalipun. Karena jika kita bermain dengan data maka tidak boleh sampai salah atau tanggung sendiri akibatnya.

Sekarang saya sudah tidak berkarya di dunia koran lagi. Saya merindukan semuanya. Merindukan saat deadline tiba, merindukan saat data susah diterima, merindukan saat terpaksa harus menerima order grafis lebih, dan juga merindukan bermain kata-kata.

Maka pelajaran penting yang bisa kita ambil dari ilustrasi di atas adalah seorang desainer jangan lupakan untuk belajar bahasa. Memang, ini bukan hal yang mudah. Tapi akan lebih tidak mudah jika kita tidak pernah mencoba.

Di bawah ini ada foto yang sempat saya shoot beberapa waktu lalu saat kopdar dengan Blogor (bloger bogor). Silakan dikoreksi. Menurut Anda, apa yang salah dari tulisan ini jika dilihat dari kacamata desain grafis.

Salam Kreatif!!

Forum Desain Grafis, Sabtu 4 Juli 2009

July 1, 2009

Belajar desain grafis bukan berarti melototi monitor sepanjang hari, bukan pula sebagai alat hibur diri. Belajar desain grafis berarti berani membuka diri—untuk menyampaikan gagasan dan idenya kepada khalayak ramai.

Sahabat sekalian, beberapa hari kemarin saya mendapatkan email dari IGDA (Indonesian Graphic Design Award) yang isinya lumayan penting untuk kalian ketahui. Isinya adalah informasi dan ajakan untuk menghadiri ajang penghargaan bermartabat berskala nasional bagi insan desain grafis (pertama di tahun 2009. Saya tidak lebay, kalimat barusan saya kutip dari langsung dari posternya.

Sebagai blog yang menurut testimonial beberapa kawan cukup eksis mengkhususkan diri tentang ilustrasi dan desain grafis, maka menuliskan sebuah postingan saya anggap pas untuk menyebarluaskan informasi ini.

Acara yang bertema “Menanam Ide, Ciptakan Karya, Tuai Prestasi” ini akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2009 di Galeri Foto Jurnalistik Antara. Jalan Antara 59 Pasar Baru, Jakarta 10710. Pukul 15.00-17.00. Untuk RSVP bisa menghubungi Sita 0815 8596 2232, Nisaa 0818 111 997 atau 021 953 12828.

Saya kutip lagi dari poster utamanya “Dukungan dan peran Anda akan sangat berarti bagi kami, semoga lewat tangan Anda sumbangan ilmu untuk negeri ini dapat terus berlanjut khususnya ilmu desain grafis. Dan rekaman informasi pada acara Press Conference ini dapat menjadi pintu untuk menyebarluaskan ajang IGDA ke masyarakat luas.

Buat yang tertarik mempelajari desain grafis maka saya rekomendasikan untuk bisa datang jika tidak ada halangan. Karena belajar desain grafis tidak cukup di lingkungan formal. Mari kita perluas jaringan, mari kita kopdar. Oya, buat Kenyo, “ente mau datang?”

Salam kreatif!!

David NAIF dan Antown dalam "A By Me Party"

June 26, 2009

Semalam saya diundang panitia A Mild untuk menghadiri Party “A By Me”, sebuah acara A Mild dimana ada suguhan seni instalasi, musik, makanan dan hiburan. Konon ada 50 blogger terpilih yang juga dapat undangan serupa. Dugaan saya, mereka adalah blogger yang tema blognya tentang desain, ilustrasi atau dunia kreatif lainnya.

Usai kerja saya langsung meluncur  ke Kemang, Jakarta Selatan. Berangkat dari Tangerang jam 17.15 WIB dan sampai disana jam 20.00 WIB. Perjalanan lumayan cepat padahal sudah kepotong beberapa saat untuk shalat magrib di Masjid dekat terminal Kalideres.

“Lah?? kok tidak ada satupun orang yang saya kenal (doh, celaka dua belas)”, kata saya dalam hati. Untung tak lama kemudian saya disapa oleh sahabat saya, Mas Yoso, empunya http://gerrilya.wordpress.com/ yang juga suka bikin kartun untuk postingan di blognya itu.

Baru memasuki ruangan Andara Gallery, kita bisa menyaksikan seni instalasi karya 9 orang yakni adalah David NAIF, J-Rocks, Demian (pesulap), DJ Riri, Veroland, Dendy 374 (desainer kaos distro Bandung), Anton Ismail, Lola Amaria dan Hanung Bramantyo. Usai menikmati karya mereka, tak lupa saya mencoba hidangan yang telah disediakan (yummy..).

Dari kiri ke kanan searah jarum jam; (1) undangan A By Me, (2) Penunjuk Arah, (3) Foto gak jelas Yoso dan Antown, (4) Salah satu karya seni instalasi yang dipamerkan

Mata saya melihat ke depan. David Naif sedang diwawancarai sama “SILET”, program acara entertainment RCTI itu. Saya mendekat. Niatnya sih (uji nyali) mau ngewawancarai juga, coz kebetulan di belakang dia ada desain karyanya yang bertemakan psychedhelic art, yang menurut katalog desain ini populer pada tahun 60-70an.

Tak kunjung selesai wawancara reporter SILET, saya mengurungkan niat. Akhirnya cuma ngajak foto2an aja haha (Gambar saya dengan David NAIF belum sempat dipasang di blog ini).

Foto David NAIF ini diambil dari jarak tidak kurang dari 1 meter, menggunakan kamera hp biasa. Lumayan buat koleksi dan cerita anak cucu nanti hehe…

Dari kiri ke kanan searah jarum jam; (1) Kolaborasi J-Rocks dan NAIF, (2) Kolaborasi J-Rocks dan NAIF2, (3) Vokalis J-Rocks dan David NAIF, (4) Aksi Demian sang illusionist yang memukau penonton dengan sulap digitalnya

Sudah jadi selebritis, jadi desainer pula. Kurang apalagi. Mau ikutan kayak dia?? Terus berkarya. Maju terus pantang mundur. Hidup desainer Indonesia…

Salam kreatif!!

Zsst… Ada Info Komik dan Lowongan Pekerjaan

June 17, 2009

Hi sahabat…, pakabar semua? Kali ini postingan singkat saja ya (pekerjaan sedang menumpuk) hehe. Info baru buat temen-temen yang pingin tenar, pingin dikenal, pingin ngomik. Info ini saya dapatkan dari blognya sahabat Ericbdg (hasil forwardan juga dari http://diyanbijac.multiply.com. Langsung saja saya copas di bawah:

Teman-teman, ikutan kompilasi komik yuk.

Tema : “Mabook Facebook”.Ukuran A4, hitam putih,

hi-res (berarti resolusi 300-600 dpi, JPG), max 6 halaman.

Kirim ke : akademisamali@yahoo.com,

sebelum akhir juni 2009.

Karya terpilih akan diberikan honor menarik dan diterbitkan

- – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – -

Selanjutnya info lowongan pekerjaan buat yang suka freelance bidang desain grafis. Info ini saya dapatkan dari milis forum_komvis pada tanggal 15 Juni 2009. Langsung saja saya copas di bawah:

Dear rekan-rekan creative, dicari freelancer untuk melakukan tugas cropping foto dengan photoshop. Foto-foto untuk keperluan magazine. bagi yang pintar photoshop dan punya waktu luang untuk malam ini sampai sekitar rabu atau sampai akhir minggu ini. segera hubungi kami di email: paulusbudianto7@ yahoo.com. au. berikan sedikit portfolio Anda untuk contoh kemampuan photoshop anda?? terima kasih bung moderator – salam kreatif

Gak suka freelance? Saya masih punya info lowongan buat desainer fulltime pada sebuah perusahaan tempat sahabat saya berkarya di sana. Langsung saja saya copas di bawah:

DIbutuhkan Creative designer untuk perusahaan Supplier promotion dengan kualifikasi:

  • Berpengalaman , ini yang jadi point penting:)
  • Min D3, atau otodidakers jg gpp yang penting jago design
  • Punya sense of design yg Ok, creative.
  • Skill komputernya: kalau bisa 3D max, AutoCad (jadi point pluss), illustrator, corel, freehand, photoshop plus easyart jg kalo bisa.
  • Bisa mengoperasikan: Mac pro, kalau bisa ngerti LAN  juga. Syukur2 bisa ngerti proses cetak and produksi.
  • Deadline: sampai dapat yang cocok

Langsung hubungi dan datang langsung ke Ants Production di Jl. Daan Mogot no.20K Jakarta Barat Phone: 021 560 4660. Thanks, Rahma.

Semoga bermanfaat buat yang mau berkarya dan atau bekerja di bidang desain grafis. Nganggur itu gak enak loh sob :D

Salam kreatif!!

Visualisasi Mbok Jamu pada Ganti Baju

June 4, 2009

Tantangan baru muncul lagi. Tema kontes kaos kali ini adalah zodiak. Kita dibebaskan pilih zodiak apapun asalkan desain harus Indonesia banget. Gaya desain kali ini adalah grunge, propaganda dan vektor.

Tuing-tuing, cenut-cenut. Pusing tujuh keliling saya mikir cari idenya. Tapi syukurlah ide itu datang juga meski datangnya rada terlambat hehe.

Konsep desain ini adalah melestarikan budaya Indonesia yakni jamu gendong melalui kampanye desain kaos. Bagaimana menurut Anda? Jika tertarik dan suka dengan desain di atas mohon bantuan votenya ya.

Caranya cukup mudah. Anda cukup klik di sini lalu daftar sign up (daftar) sebentar disana, tekan tanda jempol dan tinggalkan komentar seperlunya. Contoh komentar misalnya; “Keren banget!!”. Nah, mudah bukan. Saya akan senang sekali jika Anda bisa berpartipasi.

Dukung desainer Indonesia maju ke kancah dunia. Dukung saya dengan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.

Salam kreatif!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.