Posts Tagged ‘kaligrafi’

Sekilas Tentang "Tulisan Jawi"

July 29, 2009

Beberapa hari yang lalu saya sempat chat di facebook dengan Pupu, teman saya cewek dari Brunei yang sedang menempuh pendidikan di Korea itu. Pupu mengerti kalau saya kurang fasih berbahasa Inggris, jadi solusinya saat kita chatting menggunakan bahasa melayu saja. hehe…

Selama chat beberapa kali dahi saya terpaksa mengkernyit karena ada beberapa istilah yang ternyata beda dengan apa yang saya pahami. Contohnya adalah kata “Tulisan Jawi“. Saya mengira tulisan jawi adalah tulisan jawa yang ha na ca ra ka dst itu dan ternyata saya salah besar.

Sahabat saya itu kemudian memberikan sebuah URL yang begitu saya klik disambungkan ke wikipedia. “Di brunei.. kami panggil itu tulisan jawi”, jelasnya singkat. Setelah lumayan lama berdiskusi dengannya, dan setelah membaca wikipedia, saya menyimpulkan bahwa yang dimaksud tulisan jawi adalah tulisan arab yang dibuat supaya bisa dibaca dengan bahasa kita sendiri.

Sejauh pengetahuan saya huruf ini disebut tulisan pego (pada wikipedia ditulis pegon). Dengan huruf pego kita bisa membuat huruf NY, NG, C, G dan P yang sebelumnya tidak bisa dibuat dalam huruf arab asli (mohon dikoreksi jika salah). Di bawah ini adalah sekedar contoh huruf jawi atau tulisan pego yang iseng-iseng saya buat dengan pen tablet.

Jika kita ingin membuat huruf P maka huruf J (jim) dijadikan tiga titik, dan jika kita ingin membuat huruf NG maka huruf ‘A (ain) juga diberi tiga titik. Cara menulis pego ini tentu saja bisa dipelajari oleh semua orang jika mau belajar.

Sekedar informasi, bahwa tulisan pego ini biasanya banyak dipelajari dan dipakai oleh mereka yang belajar di pondok pesantren atau mereka yang sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah(MTs), ataupun Madrasah Aliyah (MA). Jadi bagaimaan menurut Anda? Tertarik untuk belajar huruf jawi atau tulisan pego ini??

Salam kreatif!!

Lihat dan Rasakan Kaligrafinya

July 18, 2009

Coba lihat foto di bawah ini. Sebuah jam petunjuk waktu shalat yang saya ambil gambarnya dari sebuah Mushalla sederhana di Cibinong, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. Mushalla yang letaknya tidak jauh dari kontrakan juragan Mie Janda yang juga aktif di Blogor ini tempatnya lumayan kondusif. Secara orang yang berkunjung harus masuk ke gang kecil terlebih dahulu.


Memasuki Mushalla saya diperlihatkan suasana mistik (atau mungkin ini hanya perasaan saya saja). Dinding mushalla bagian dalam dicat hijau dominan sementara pada sebagian yang lain adalah warna gelap atau mungkin hitam. Beberapa kaligrafi lukisan tangan (entah dengan gaya khat apa) tampak menghiasi ruangan. Sedikit tertegun. Mata dan otak saya masih berputar mencari tahu ada apa hari itu.

Saya punya pertanyaan besar yang belum terjawab oleh saya sendiri. Kenapa tulisan-tulisan arabnya dibuat seperti itu? Kenapa komposisi warna ruangan juga seperti itu? Bukankan kaligrafi itu adalah tulisan yang indah? Lalu kenapa yang saya lihat hari itu justru seperti karya yang “sekedarnya”. Pada pengamatan saya selanjutnya saya menduga bahan cat yang dipakai bukanlah cat dekorasi.

Berbicara tentang kaligrafi, saya dulu sempat berkenalan dengan kaligrafi arab. Ketertarikan saya pada kaligrafi karena selain bisa belajar membuat hiasan atau dekorasi—yang selanjutnya menjadi hobi, saya juga senang dengan pesan yang disampaikannya. Hal yang positif saya kira.


Gambar di atas adalah kegiatan sepupu saya saat diminta tolong bikin tulisan arab untuk sebuah pernikahan sederhana.

Kembali lagi pada soal kaligrafi. Kaligrafi Arab ini sesungguhnya mempunyai beberapa gaya khat. Namun gaya khat yang saya temukan di Mushalla itu sungguh berbeda. Ataukah justru seperti itu belum pantas disebut kaligrafi? Saya tidak tahu dan tidak berani menjustifikasi.

Fenomena ini barangkali akan menjadi menarik jika Anda—mahasiswa komunikasi yang ingin melakukan penelitian dalam hal semiotika langsung di sana, di Cibinong, Kabupaten Bogor. Mau??

Salam kreatif!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.